Inflasi Sultra Turun di Bawah Angka Nasional jadi 2,58 Persen

Kendari82 Dilihat

Kendari, BENTALA.ID – Angka inflasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Bulan Desember mengalami penurunan menjadi 2,58 persen. Angka ini masih di bawah inflasi nasional sebesar 2,61 persen.

Bulan sebelumnya atau November 2023, inflasi di Sultra tercatat sebesar 2,87 persen. Saat ini Sultra berada di urutan ke-21 dari 34 provinsi di Indonesia. Capaian penurunan inflasi ini disampaikan langsung oleh Mendagri, M. Tito Karnavian, saat menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi secara hybrid dari Kemendagri, Rabu, (03/01/2024).

Meski begitu, Tito Karnavian tetap menginstruksikan kepada kepala daerah agar mewaspadai dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dalam rangka pengendalian inflasi.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Sultra Hadiri Musrenbangnas Tahun 2024

“Para kepala daerah agar waspada dan siapkan langkah antisipasinya, koordinasi dengan pemasok di lapangan mengenai kenaikan harga cabai rawit dan komoditas lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengungkapkan rasa syukurnya, karena inflasi Sultra mengalami penurunan. Ia pun ia mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam menurunkan inflasi di Sultra. Andap juga menyampaikan pada tahun 2024 ini, akan ada tambahan dua kabupaten lagi yang akan dinilai angka inflasinya oleh BPS yakni Konawe dan Kolaka.

“Dengan hasil ini, jangan cepat berpuas diri. Lakukan terus upaya pengendalian inflasi, akan ada dua kabupaten dipantau IHK-nya. Kita harus optimis untuk mengawal inflasi, semoga tetap stabil di bawah angka nasional,” terangnya.

BACA JUGA :  Hingga April 2024, Polres Konut Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika dengan BB Mencapai  124,08 Gram

Selanjutnya, Andap juga mengatakan mengenai tiga komoditas yang memberi andil inflasi dari tahun ke tahun. Tiga komoditas itu diantaranya beras, angkutan udara dan ketiga cabai. Pihaknya optimis akan menyiapkan langkah untuk solusinya, dan menjadikan beberapa tempat di Sultra menjadi sentra komoditas tertentu.

“Upaya pengendalian inflasi lainnya meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi efektif dengan para stakeholder,” pungkasnya. (*)

Redaksi

Komentar