Musim Kemarau Tahun 2024 Diprediksi Lebih Ekstrem, Pj Gubernur Sultra Serukan Mitigasi Bencana

Kendari195 Dilihat

KENDARI, BENTALA.ID – Deputi Bidang Klimatologi Stasiun Klimatologi Sultra, Ardhasena Sopaheluwakan mengungkapkan, dampak perubahan iklim semakin mengkhawatirkan dan mengancam Indonesia. Dari catatan BMKG tahun 2023, temperatur suhu mengalami peningkatan bahkan sampai memecahkan rekor baru. Hal ini diungkapkan Ardhasena Sopaheluwakan dalam pers rilis resmi prakiraan musim kemarau wilayah Sulawesi Tenggara tahun 2024 secara virtual, Jumat (22/03/2024), yang dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto.

“Hal ini harus disikapi bersama. Karena dampak perubahan iklim semakin nyata, ditambah fenomena elnino, pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, yang menjadi salah satu penyebabnya,” ungkapnya.

Ia berharap, informasi yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan langkah-langkah kesiapan menghadapi musim kemarau yang berpotensi lebih ekstrem di tahun 2024.

BACA JUGA :  Kunjungi Pasar Lacaria Kolaka Utara, Presiden Jokowi Sempatkan Dialog dengan Pedagang

Sementara itu, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto dalam sambutannya mengatakan, bahwa pers rilis ini perlu diketahui bersama, baik jajaran pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga secara dini dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kemarau beserta dampaknya.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, membuka pers rilis resmi prakiraan musim kemarau wilayah Sulawesi Tenggara tahun 2024 secara virtual. Foto: Ist. 

Ia mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota, untuk menyiapkan langkah konkret dalam memitigasi daerah yang rawan potensi bencana hidrometeorologi, khususnya bencana kekeringan di tahun 2024.

“Saya juga berharap seluruh unsur pentahelix agar berupaya optimal dalam melakukan langkah mitigasi, baik upaya pre-emtif (pembinaan), pencegahan terhadap potensi bencana dan upaya penanggulangan bencana yang terjadi melalui sinergisitas dan kolaborasi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Sultra Hadiri Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Idulfitri

Andap juga memberikan penekanan bahwa negara harus hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan publik.

“Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi, Aris Yunatas, mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur Sultra karena mendukung penuh dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kami hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih, acara ini sudah didukung penuh oleh Bapak Pj Gubernur,” ujar Aris saat dikonfirmasi awak media. (*)

Redaksi

 

Komentar