Pj Gubernur Sultra Hadiri Panen Raya di Konawe

Kendari97 Dilihat

KONAWE, BENTALA.ID – Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Konawe, pada Rabu (28/02/2024). Pj Gubernur Sultra melakukan panen raya tanaman hortikultura dan tanaman produktif bertempat di SMKN PP 5 Konawe. Selanjutnya meninjau perkembangan terkini pembangunan Bendungan Ameroro.

Mengawali kunjungannya, ia didampingi Pj Bupati Konawe, Kepala Perwakilan BI Sultra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Perangkat Daerah Pemprov Sultra, kepala sekolah, guru, dan para siswa/siswi SMKN PP 5 Konawe memanen cabai sebanyak 6000 pohon, tomat 1000 pohon, dan 30.000 jagung.

“Alhamdulillah, setelah 3 bulan 5 hari yang lalu kita melakukan penanaman di lokasi ini, hari ini hasilnya dapat dinikmati oleh kita semua, khususnya para guru dan siswa sekolah serta masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa penanaman yang dilakukan bukan sekedar seremonial saja, tetapi sekaligus menanamkan nilai-nilai kepada siswa/siswi SMKN PP 5 Konawe.

“Penanaman yang kita lakukan bukan hanya sekedar seremonial semata, tetapi manfaatnya dapat kita rasakan sekarang. Hal ini juga sekaligus menanamkan nilai-nilai moril dan tanggung jawab bagi generasi penerus kita,” katanya.

BACA JUGA :  Peringati Harkitnas ke-116 Tahun, Pj Gubernur Ajak Untuk Wujudkan Sultra yang Maju, Modern, dan Sejahtera

“Tadi saya juga diinfokan oleh Kepala Perwakilan BI Sultra, bahwa penanaman 2,7 juta bibit hortikultura ini merupakan satu-satunya di Indonesia,” tambahnya.

Kunjungan kerja Pj Gubernur Sultra dilanjutkan dengan meninjau Bendungan Ameroro yang kebetulan bersamaan dengan kunjungan Tim Kunjungan Kerja Dalam Negeri (KKDN) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI di lokasi tersebut.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, meninjau Bendungan Ameroro. Foto: Ist.

Pj Gubernur mendapatkan penjelasan mengenai gambaran umum Bendungan Ameroro oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, Dani.

“Bendungan Ameroro ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di atas lahan seluas 562,96 ha. Pembangunannya dilakukan selama 3 tahun 1 bulan dan ini termasuk cepat, menelan anggaran kurang lebih 1.5 triliun rupiah,” ujar Dani.

Ia menambahkan, sebelumnya Bendung Ameroro sudah ada sejak tahun 1980an, dimana saat itu bendung dapat mengairi area pertanian seluas 1400 hektare. Selanjutnya setelah diupgrade menjadi Bendungan Ameroro, diproyeksikan akan dapat mengairi sekitar 3300 hektare area pertanian atau naik sekitar 120 persen.

BACA JUGA :  Tinjau Lomba Masakan Daerah, Pj Gubernur Harap Kuliner Khas Sultra jadi Kekuatan Ekonomi

Selama pembangunan Bendungan Ameroro tidak terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan fatality case. Andap selanjutnya menyampaikan harapannya semoga bendungan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tadi saya dilaporkan bahwa selama proses pembangunan statusnya zero accident. Saya berharap Bendungan Ameroro ini dapat berikan manfaat yang besar kepada masyarakat sebagai sarana irigasi pertanian,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ke depan Bendungan Ameroro akan memiliki manfaat sebagai sarana irigasi pertanian, mengairi air baku kurang lebih 511 liter/detik, pengendalian banjir, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) mencapai 1,3 Mega Watt (MW), dan merupakan potensi pariwisata Kabupaten Konawe. (*)

Redaksi

Komentar